Jakarta, 22 September 2026 – Rumah tangga Sara Wijayanto dan Demian Aditya kini memasuki proses hukum setelah Sara mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Gugatan tersebut telah terdaftar sejak 8 September 2026 dan sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 24 September 2026. Humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Abid M.H., membenarkan adanya perkara perceraian yang melibatkan pasangan tersebut. Sara tercatat sebagai pihak yang mengajukan gugatan terhadap Demian. Perkara ini muncul setelah keduanya menjalani kehidupan rumah tangga selama lebih dari 12 tahun.
Berdasarkan keterangan pihak pengadilan, perkara tersebut tercatat dengan nomor 3594/2026. Sara mendaftarkan gugatan melalui kuasa hukumnya, sementara tahapan pertama persidangan akan mempertemukan kedua pihak di hadapan majelis hakim. Pengadilan belum memberikan penjelasan mengenai alasan yang mendasari gugatan tersebut. Detail isi gugatan juga belum dibuka kepada publik karena berkaitan dengan materi perkara yang nantinya diperiksa majelis hakim. Karena itu, penyebab Sara memutuskan menempuh proses perceraian belum dapat dipastikan.
Abid menjelaskan pihaknya juga belum mengetahui apakah gugatan Sara hanya berisi permohonan perceraian atau disertai tuntutan lain. Kemungkinan adanya persoalan mengenai harta bersama maupun hal lain belum dapat dikonfirmasi. Pihak pengadilan memilih tidak mengungkapkan materi gugatan sebelum perkara memasuki proses persidangan. Keterangan yang dapat dipastikan untuk saat ini adalah status perkara, pihak yang mengajukan gugatan, serta jadwal sidang perdana. Dengan demikian, berbagai dugaan mengenai penyebab perceraian belum mempunyai konfirmasi resmi.
Dalam sidang perdana nanti, Sara dan Demian pada prinsipnya diminta hadir secara langsung. Apabila keduanya memenuhi panggilan, majelis hakim akan mengarahkan pasangan tersebut untuk menjalani proses mediasi. Tahapan mediasi merupakan bagian yang harus ditempuh dalam perkara perceraian ketika kedua prinsipal hadir. Melalui proses tersebut, mediator akan memberikan kesempatan kepada Sara dan Demian untuk mencari kemungkinan penyelesaian sebelum pemeriksaan pokok perkara dilanjutkan. Hasil mediasi kemudian akan menentukan tahapan berikutnya dari perkara perceraian mereka.
Kabar gugatan tersebut cukup mengejutkan karena hanya beberapa pekan sebelumnya Demian masih berbicara mengenai dukungannya terhadap kegiatan Sara. Pada awal September 2026, Demian menyatakan mendukung aktivitas istrinya dalam menjalankan berbagai proyek, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan Diary Misteri Sara. Keduanya selama bertahun-tahun memang dikenal tidak hanya sebagai pasangan suami istri, tetapi juga terlibat dalam sejumlah kegiatan kreatif bersama. Karena itu, masuknya gugatan perceraian ke pengadilan menjadi perkembangan baru dalam hubungan mereka.
Isu mengenai kondisi rumah tangga Sara dan Demian sebenarnya sempat muncul pada Agustus 2026. Ketika itu beredar kabar di media sosial yang menyebut hubungan keduanya sedang bermasalah. Sara sempat menanggapi kabar tersebut dan menyatakan akan mengambil langkah terhadap informasi yang dianggap tidak benar. Setelah itu, pasangan tersebut tidak banyak memberikan penjelasan mengenai kehidupan pribadi mereka kepada publik. Gugatan yang didaftarkan pada 8 September kemudian menjadi perkembangan hukum yang memastikan rumah tangga mereka kini memang menghadapi proses perceraian.
Sara Wijayanto dan Demian Aditya menikah pada 22 Mei 2014. Selama lebih dari satu dekade, keduanya dikenal sebagai salah satu pasangan di industri hiburan yang kerap bekerja bersama dalam berbagai proyek. Demian dikenal melalui profesinya sebagai pesulap dan ilusionis, sementara Sara aktif sebagai aktris, penyanyi, pembuat konten, serta sosok utama di balik berbagai proyek bertema misteri. Kebersamaan mereka juga terlihat dalam pengembangan Diary Misteri Sara yang berkembang ke berbagai platform. Pernikahan yang telah berlangsung selama 12 tahun tersebut kini menghadapi proses hukum di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Sampai saat ini, baik Sara maupun Demian belum memberikan penjelasan terperinci mengenai alasan perceraian kepada publik. Informasi yang tersedia masih berasal dari konfirmasi mengenai pendaftaran perkara dan jadwal persidangan. Pihak pengadilan juga menegaskan tidak dapat menyampaikan dalil gugatan karena bukan kewenangan humas untuk membuka materi yang akan diperiksa majelis. Sikap tersebut membuat alasan di balik keputusan Sara masih menjadi bagian dari proses persidangan. Kejelasan lebih lanjut dapat muncul setelah perkara mulai diperiksa atau apabila salah satu pihak memberikan keterangan secara terbuka.
Sidang pada 24 September akan menjadi tahapan penting karena membuka kemungkinan berlangsungnya mediasi apabila Sara dan Demian sama-sama hadir. Proses tersebut memberikan ruang kepada kedua pihak untuk membicarakan kembali kelanjutan rumah tangga mereka sebelum perkara masuk lebih jauh. Apabila mediasi menghasilkan perdamaian, gugatan dapat berakhir tanpa dilanjutkan ke pemeriksaan pokok perkara. Sebaliknya, jika tidak tercapai kesepakatan, persidangan akan berlanjut sesuai prosedur perkara perceraian. Untuk saat ini, belum ada kepastian mengenai sikap yang akan diambil keduanya dalam mediasi.
Dengan demikian, status rumah tangga Sara Wijayanto dan Demian Aditya belum berakhir secara hukum hanya karena gugatan telah didaftarkan. Keduanya masih harus melewati tahapan persidangan yang dimulai pada 24 September 2026. Mediasi menjadi salah satu proses awal yang dapat menentukan apakah perkara berlanjut atau berakhir dengan perdamaian. Pengadilan sementara hanya memastikan Sara sebagai penggugat dan Demian sebagai pihak tergugat tanpa mengungkap alasan perceraian. Perkembangan setelah sidang perdana akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kelanjutan rumah tangga pasangan yang telah menikah sejak 2014 tersebut.





