Jakarta, 9 Mei 2026 – Menjelang Hari Raya Idul Adha, usaha penjualan sapi kurban milik keluarga Hadi kembali ramai didatangi pembeli. Pria yang kini melanjutkan bisnis ternak keluarga itu dikenal sebagai salah satu penyedia sapi kurban berkualitas yang sudah lama menjadi langganan berbagai kalangan, termasuk pejabat dan anggota dewan.
Hadi mengaku mulai terjun serius mengelola usaha ternak sejak beberapa tahun terakhir setelah meneruskan bisnis yang sebelumnya dirintis orang tuanya. Berawal dari usaha kecil dengan jumlah sapi terbatas, kini kandang miliknya mampu menyediakan puluhan hingga ratusan ekor sapi setiap musim kurban tiba.
Menurut Hadi, menjaga kualitas hewan menjadi kunci utama agar pelanggan tetap percaya. Ia menjelaskan bahwa perawatan sapi dilakukan secara rutin mulai dari pemberian pakan, pemeriksaan kesehatan, hingga pemantauan kondisi fisik sebelum dijual kepada pembeli.
Permintaan sapi kurban disebut terus meningkat setiap mendekati Idul Adha, terutama dari kalangan instansi, tokoh masyarakat, dan pejabat yang mencari hewan kurban dengan ukuran besar dan kondisi sehat. Beberapa pelanggan bahkan disebut sudah memesan jauh hari sebelum musim kurban dimulai.
Pengamat ekonomi peternakan menilai usaha ternak sapi kurban memiliki potensi ekonomi yang besar karena kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban selalu meningkat setiap tahun. Selain peternak besar, banyak peternak lokal dan usaha keluarga yang ikut merasakan dampak ekonomi dari momentum Idul Adha.
Di sisi lain, Hadi mengaku menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha ternak, mulai dari harga pakan yang naik hingga biaya perawatan hewan yang semakin tinggi. Meski begitu, ia tetap berusaha mempertahankan kualitas dan pelayanan agar usaha keluarganya terus dipercaya pelanggan.
Selain menjual sapi, Hadi juga mulai memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan hewan ternaknya kepada calon pembeli. Menurutnya, pemasaran digital membantu usaha peternakan menjangkau lebih banyak konsumen dari berbagai daerah tanpa harus datang langsung ke kandang.
Pengamat UMKM menilai kisah usaha keluarga seperti yang dijalankan Hadi menunjukkan bahwa bisnis tradisional tetap bisa berkembang apabila mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan teknologi modern. Konsistensi menjaga kualitas disebut menjadi faktor penting agar usaha bertahan dalam jangka panjang.
Menjelang Idul Adha tahun ini, Hadi berharap penjualan sapi kurban tetap stabil dan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta para pekerja yang ikut terlibat dalam usaha peternakan miliknya.





