Jakarta, 1 Oktober 2026 – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie memberikan sinyal bahwa Asian Games 2026 Aichi-Nagoya mungkin menjadi penampilan terakhirnya di pesta olahraga terbesar Asia tersebut. Jonatan menyampaikan hal itu setelah menyelesaikan perjuangannya bersama kontingen Indonesia di Jepang. Meski perjalanan nomor perorangan berakhir di perempat final, ia tetap membawa pulang medali emas dari nomor beregu putra. Jonatan mengaku bersyukur masih mendapat kesempatan membela Merah Putih pada fase kariernya saat ini. Ia juga menyadari peluang untuk kembali tampil pada Asian Games berikutnya semakin kecil seiring bertambahnya usia.
Jonatan menyebut Asian Games 2026 sebagai pengalaman yang memiliki arti khusus dalam perjalanan kariernya. Pemain kelahiran 15 September 1997 itu mengatakan dirinya bersyukur masih dipercaya mewakili Indonesia meskipun kini tidak lagi menjadi bagian dari Pelatnas PBSI di Cipayung. Ia menyadari berada pada fase berbeda dibandingkan ketika pertama kali tampil di Asian Games. Karena itu, Jonatan menyebut edisi Aichi-Nagoya kemungkinan menjadi Asian Games terakhir yang dijalaninya sebagai atlet. Pernyataan tersebut masih berupa isyarat dan bukan pengumuman pensiun dari bulu tangkis.
Asian Games 2026 meninggalkan cerita beragam bagi Jonatan. Pada nomor beregu putra, Indonesia berhasil meraih medali emas setelah menundukkan China 3-2 dalam pertandingan final. Jonatan memang belum mampu menyumbangkan kemenangan dalam tiga pertandingan yang dimainkannya sejak perempat final hingga final, termasuk ketika kalah dari Shi Yuqi 13-21, 18-21 pada partai pembuka laga perebutan emas. Namun, rekan-rekannya mampu membalikkan keadaan dan memastikan Indonesia naik ke podium tertinggi. Hasil tersebut sekaligus memperbaiki pencapaian beregu putra Indonesia yang meraih perak pada Asian Games 2018.
Jonatan memberikan apresiasi khusus kepada pemain-pemain yang lebih muda, termasuk Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah, atas kontribusi mereka selama nomor beregu. Kehadiran generasi baru tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan tim Indonesia menuju medali emas. Bagi Jonatan, pencapaian bersama tim memiliki makna tersendiri setelah sebelumnya meraih emas nomor tunggal putra pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Dengan keberhasilan di Jepang, ia kini memiliki medali emas Asian Games dari nomor perorangan dan beregu.
Pada nomor perorangan Asian Games 2026, Jonatan berhasil melewati dua pertandingan sebelum mencapai perempat final. Ia mengalahkan Dzhumaboi Saidov 21-3, 21-3, kemudian harus bekerja keras untuk menyingkirkan Viren Nettasinghe dengan skor 15-21, 21-13, 21-15. Jadwal pertandingan yang berlangsung hingga dini hari membuat waktu pemulihannya menjelang perempat final menjadi terbatas. Jonatan mengungkapkan dirinya baru selesai bertanding sekitar pukul 02.00 waktu setempat dan baru dapat beristirahat beberapa jam kemudian. Kondisi tersebut turut memengaruhi kebugarannya ketika kembali turun ke lapangan.
Perjalanan Jonatan akhirnya dihentikan wakil Singapura Loh Kean Yew pada babak delapan besar. Ia kalah dua gim langsung dengan skor 14-21, 19-21 dalam pertandingan di Ichinomiya City Municipal Gymnasium. Jonatan sempat memberikan perlawanan ketat pada gim kedua dan bahkan unggul 19-17, tetapi Loh merebut empat poin beruntun untuk menyelesaikan pertandingan. Hasil itu sekaligus menjadi kemenangan pertama Loh atas Jonatan setelah kalah dalam 10 pertemuan sebelumnya. Dengan kekalahan tersebut, Jonatan gagal mengulang keberhasilannya mempertahankan emas tunggal putra yang diraih pada 2018.
Meski memberikan sinyal bahwa Asian Games 2026 bisa menjadi yang terakhir, Jonatan belum menyatakan akan segera mengakhiri karier profesionalnya. Pernyataannya lebih mengarah pada kemungkinan tidak lagi tampil ketika Asian Games berikutnya digelar empat tahun mendatang. Ia meninggalkan Aichi-Nagoya dengan medali emas beregu putra sekaligus pengalaman ketiganya tampil di Asian Games. Setelah melalui perjalanan panjang dari juara tunggal putra pada 2018 hingga menjadi salah satu pemain senior dalam tim 2026, Jonatan kini melihat regenerasi bulu tangkis Indonesia mulai berjalan melalui pemain-pemain yang lebih muda. Asian Games 2026 pun berpotensi menjadi penutup perjalanan Jonatan di ajang multievent Asia, meski kiprahnya di turnamen bulu tangkis internasional masih berlanjut.





