Jakarta, 21 Oktober 2026 – Absennya bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, memberikan dampak besar terhadap performa Sassuolo dalam persaingan Liga Italia 2026-2027. Klub berjuluk Neroverdi tersebut mengalami penurunan penampilan setelah kehilangan pemain berusia 26 tahun itu akibat cedera. Dalam tiga pertandingan terakhir tanpa Idzes, Sassuolo belum berhasil meraih kemenangan dan menunjukkan sejumlah kelemahan dalam organisasi pertahanan. Kondisi tersebut mendapatkan sorotan dari media Italia yang menilai kehadiran kapten Timnas Indonesia itu sangat penting bagi kestabilan lini belakang. Jay Idzes dianggap memiliki kemampuan membaca permainan, mengatur posisi rekan setim, dan memberikan ketenangan ketika menghadapi tekanan lawan.
Jay Idzes mengalami cedera ketika Sassuolo meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Juventus pada pertengahan September 2026. Dalam pertandingan tersebut, bek kelahiran Belanda itu harus meninggalkan lapangan sekitar sepuluh menit sebelum waktu normal berakhir. Pemeriksaan medis kemudian menunjukkan bahwa Idzes mengalami cedera tingkat sedang pada otot quadriceps paha kirinya. Kondisi tersebut membuatnya diperkirakan harus menjalani pemulihan selama satu setengah hingga dua bulan. Kehilangan Idzes menjadi persoalan tersendiri bagi pelatih Alberto Aquilani karena sang pemain merupakan salah satu pilihan utama di jantung pertahanan. Sejak saat itu, Sassuolo harus melakukan penyesuaian komposisi pemain belakang untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Penurunan performa Sassuolo mulai terlihat ketika mereka menghadapi Monza dalam lanjutan Serie A. Pada pertandingan tersebut, Neroverdi harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-2. Sassuolo kemudian berusaha bangkit saat menghadapi AC Milan, tetapi hanya mampu mengamankan hasil imbang 1-1. Situasi semakin sulit setelah mereka menelan kekalahan 2-4 dari Frosinone pada pertandingan berikutnya. Tiga hasil tersebut membuat Sassuolo hanya memperoleh satu poin dari kemungkinan sembilan angka. Lebih mengkhawatirkan lagi, lini pertahanan mereka kebobolan tujuh gol dalam tiga pertandingan tanpa kehadiran Jay Idzes.
Kekalahan dari Frosinone menjadi salah satu pertandingan yang memperlihatkan persoalan koordinasi pertahanan Sassuolo. Duet bek tengah Duje Caleta-Car dan Cas Odenthal mengalami kesulitan menghadapi tekanan pemain lawan. Beberapa kesalahan dalam mengantisipasi bola dan membangun komunikasi dengan penjaga gawang berujung pada terciptanya peluang berbahaya. Odenthal terlibat dalam situasi yang menghasilkan gol kedua Frosinone setelah terjadi kesalahpahaman dengan kiper Arijanet Muric. Sementara itu, Caleta-Car juga melakukan kesalahan ketika mengirimkan bola kembali ke arah penjaga gawang. Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan bahwa Sassuolo masih membutuhkan perbaikan dalam koordinasi antarpemain belakang.
Sorotan terhadap absennya Jay Idzes semakin kuat setelah muncul perbandingan hasil pertandingan ketika dirinya bermain dan ketika harus menepi. Dalam tiga pertandingan yang melibatkan Idzes sebelum cedera, Sassuolo berhasil mengalahkan Torino 2-1 dan Juventus 3-2, serta bermain imbang 2-2 melawan Bologna. Artinya, Neroverdi mampu mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan tersebut. Sebaliknya, ketika Idzes absen, Sassuolo hanya mendapatkan satu poin dari tiga laga berikutnya. Perbedaan hasil tersebut memperlihatkan pentingnya kontribusi sang pemain dalam menjaga keseimbangan permainan. Meski demikian, penurunan performa tim tidak dapat sepenuhnya dikaitkan dengan satu pemain karena terdapat faktor taktik, kondisi skuad, dan kualitas lawan yang turut memengaruhi hasil pertandingan.
Media Italia menilai Jay Idzes memiliki karakteristik yang sulit digantikan oleh pemain belakang Sassuolo lainnya. Selain mampu melakukan duel dan mengantisipasi serangan, Idzes dikenal memiliki ketenangan ketika menguasai bola di bawah tekanan. Ia juga berperan dalam mengatur posisi rekan-rekannya agar jarak antarpemain tetap terjaga. Kemampuan tersebut menjadi penting bagi tim yang menerapkan permainan dengan pembangunan serangan dari lini belakang. Tanpa kehadirannya, Sassuolo terlihat lebih mudah kehilangan organisasi ketika lawan meningkatkan intensitas serangan. Kondisi ini membuat kembalinya Idzes menjadi salah satu hal yang paling dinantikan oleh pelatih dan pendukung Neroverdi.
Persoalan pertahanan Sassuolo semakin rumit karena mereka juga menghadapi masalah cedera pada pemain belakang lainnya. Bek muda asal Belgia, Fedde Leysen, dilaporkan mengalami cedera serius pada ligamen lutut yang membuatnya harus menjalani pemulihan panjang. Situasi tersebut mengurangi pilihan Alberto Aquilani dalam menentukan pasangan bek tengah yang ideal. Pelatih asal Italia itu harus mencari kombinasi pemain yang mampu menjaga kedisiplinan pertahanan sekaligus mendukung proses pembangunan serangan. Di tengah keterbatasan tersebut, kehadiran Idzes dipandang sebagai salah satu solusi untuk mengembalikan stabilitas permainan. Namun, tim medis tetap perlu memastikan kondisinya pulih sepenuhnya sebelum memberikan izin kembali bertanding.
Saat ini, Jay Idzes dilaporkan menjalani proses pemulihan cedera di Amsterdam, Belanda. Pemain Timnas Indonesia tersebut diharapkan dapat kembali memperkuat Sassuolo dalam beberapa pekan mendatang, meskipun belum terdapat kepastian mengenai tanggal penampilannya. Sementara menunggu pemulihannya, Sassuolo harus mempersiapkan diri menghadapi Como pada 24 Oktober 2026 dalam lanjutan Serie A. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Neroverdi untuk menghentikan rentetan hasil negatif sekaligus memperbaiki koordinasi pertahanan. Alberto Aquilani dituntut menemukan solusi agar tim tidak terus kehilangan poin akibat kesalahan di lini belakang. Bagi Jay Idzes, situasi ini memperlihatkan besarnya peran yang telah dibangunnya bersama Sassuolo dan pentingnya kontribusi seorang pemain bertahan dalam menjaga kestabilan tim sepanjang kompetisi.




