Jakarta, 5 Mei 2026 – Dinas Kesehatan mengungkap bahwa korban dalam kasus daycare Little Aresha mengalami gangguan pertumbuhan sebagai dampak dari peristiwa yang terjadi. Temuan ini berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan terhadap kondisi anak.
Menurut pihak Dinas Kesehatan, gangguan pertumbuhan tersebut terlihat dari beberapa indikator, termasuk perkembangan fisik dan kondisi kesehatan yang tidak sesuai dengan usia. Hal ini diduga berkaitan dengan pola perawatan dan asupan yang diterima selama berada di lingkungan daycare.
Tim medis telah melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan kondisi korban dapat segera ditangani. Upaya penanganan meliputi perbaikan nutrisi, terapi, serta pendampingan kesehatan untuk mendukung pemulihan.
Selain aspek fisik, kondisi psikologis anak juga menjadi perhatian. Dampak dari lingkungan yang tidak sesuai dapat memengaruhi perkembangan mental, sehingga diperlukan penanganan yang komprehensif.
Pihak Dinas Kesehatan menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius dan akan terus dipantau hingga kondisi korban membaik. Koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan untuk memastikan perlindungan terhadap anak berjalan optimal.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap fasilitas penitipan anak. Standar perawatan dan keamanan dinilai harus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga saat ini, proses penanganan terhadap korban masih berlangsung, dan pihak berwenang memastikan akan terus memberikan dukungan yang diperlukan bagi pemulihan anak.







