Jakarta, 24 September 2026 – Pemerintah memastikan telah memesan pesawat model Beriev sebagai bagian dari penguatan armada penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pengadaan pesawat khusus tersebut dilengkapi dengan berbagai peralatan pemadam kebakaran. Langkah ini dilakukan ketika pemerintah masih menangani karhutla di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Sumatra dan Kalimantan. Namun, pemerintah belum mengungkap jumlah pesawat Beriev yang dipesan maupun jadwal kedatangan armada tersebut.
Prasetyo menjelaskan penguatan peralatan menjadi salah satu bagian dari strategi pemerintah meningkatkan kesiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Pesawat Beriev dikenal sebagai pesawat amfibi yang dapat digunakan dalam operasi pemadaman dari udara. Pemerintah memilih memperkuat kemampuan tersebut karena kondisi geografis dan luasnya wilayah kebakaran sering menyulitkan operasi pemadaman melalui jalur darat. Armada udara memungkinkan penanganan dilakukan pada titik api yang sulit dijangkau personel di lapangan.
Pesawat Beriev Be-200 memiliki kemampuan mengambil air langsung dari permukaan laut atau perairan saat bergerak sebelum kembali menuju lokasi kebakaran. Data BNPB mengenai pesawat tersebut menyebut Be-200 dapat membawa sekitar 12.000 liter air dan melakukan proses pengambilan air dalam waktu sekitar 14 detik. Karakteristik amfibi membuat pesawat dapat digunakan untuk operasi yang membutuhkan pengisian air berulang dalam waktu relatif singkat. Pesawat jenis Beriev sebelumnya juga pernah digunakan dalam penanganan kebakaran besar di Indonesia.
Selain memesan pesawat, pemerintah telah menambah kekuatan pemadaman di darat. Prasetyo menyebut sekitar 2.000 unit truk pemadam kebakaran telah dibeli sejak tahun sebelumnya dan kini banyak dibutuhkan untuk mendukung penanganan karhutla. Pemerintah menilai keputusan pengadaan tersebut membantu meningkatkan kesiapan ketika kebakaran terjadi secara bersamaan di berbagai wilayah. Peralatan fire fighting lainnya juga disiapkan untuk mendukung personel yang bekerja langsung di lapangan.
Penguatan armada dilakukan di tengah operasi karhutla berskala besar yang telah berlangsung sejak Agustus. Pemerintah mencatat sebanyak 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan operasi water bombing, terdiri atas 55 pesawat BNPB dan sembilan pesawat TNI. Operasi tersebut didukung 54.394 personel gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, BPBD, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat. Luas wilayah serta karakter lahan gambut menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pemadaman.
Hingga Rabu, 23 September 2026, pemerintah mencatat masih terdapat sekitar 209,78 hektare lahan yang dalam proses pemadaman. Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan perkembangan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan karhutla. Operasi modifikasi cuaca juga terus dilakukan untuk membantu proses pemadaman dan mengurangi risiko meluasnya kebakaran. Pemerintah berencana mempertahankan operasi tersebut setidaknya sampai kondisi musim hujan kembali normal.
Presiden Prabowo kemudian menjadwalkan rapat terbatas lanjutan pada Kamis untuk membahas mitigasi karhutla agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun. Sejumlah ahli dijadwalkan dilibatkan untuk memberikan masukan mengenai strategi pencegahan dan penanganan. Pemerintah menilai upaya pemadaman saja tidak cukup apabila penyebab kebakaran tidak ditangani sejak awal. Karena itu, pembahasan diarahkan pada mitigasi lintas sektor, peningkatan peralatan, serta edukasi masyarakat.
Pemerintah juga menyiapkan pendekatan khusus untuk mengurangi praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Prasetyo mengatakan Presiden telah memerintahkan agar masyarakat yang membutuhkan alat berat untuk membuka lahan dapat berkoordinasi dengan aparat. Pemerintah berencana menyiapkan dukungan peralatan dan anggaran karena biaya pencegahan dinilai lebih kecil dibandingkan kerugian akibat kebakaran besar. Edukasi mengenai bahaya pembakaran lahan juga sedang didorong melalui pendidikan formal maupun pendidikan agama.
Rencana pengadaan Beriev memperlihatkan pemerintah mulai memperkuat kemampuan pemadaman udara dengan pesawat yang secara khusus dapat digunakan menghadapi kebakaran. Kehadiran pesawat amfibi berkapasitas besar berpotensi mempercepat siklus pengambilan dan penjatuhan air, khususnya apabila lokasi kebakaran berada dalam jangkauan sumber air yang sesuai. Meski demikian, efektivitas operasi tetap bergantung pada koordinasi dengan pemadaman darat, pemantauan titik api, kondisi cuaca, dan karakteristik medan. Pemerintah juga belum mengumumkan tipe Beriev yang dipesan sehingga spesifikasi armada baru tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pernyataan mengenai model pesawat.
Pengadaan pesawat Beriev, ribuan truk pemadam, pengerahan puluhan pesawat water bombing, serta puluhan ribu personel menjadi bagian dari penguatan sistem penanganan karhutla nasional. Pemerintah pada saat yang sama ingin menggeser pendekatan agar tidak hanya berfokus pada pemadaman setelah kebakaran terjadi, tetapi juga pencegahan sebelum memasuki periode rawan. Rincian mengenai jumlah pesawat Beriev, nilai pengadaan, tipe pesawat, serta waktu kedatangannya masih belum diumumkan. Informasi tersebut menjadi bagian yang masih ditunggu untuk mengetahui seberapa besar tambahan kapasitas pemadaman udara yang akan dimiliki Indonesia.





