Jakarta, 19 Mei 2026 – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Indonesia sebelumnya sempat dimasukkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke dalam pembahasan strategis dalam forum BoP, namun kini posisi tersebut disebut mulai “left behind” atau tertinggal akibat meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan itu disampaikan saat Menhan membahas dinamika geopolitik global yang dinilai semakin memengaruhi hubungan internasional dan forum-forum strategis kawasan. Menurut Sjafrie, eskalasi konflik di Timur Tengah membuat fokus sejumlah negara besar bergeser sehingga berbagai agenda kerja sama internasional yang sebelumnya berjalan aktif kini mengalami perlambatan. Situasi tersebut juga berdampak pada Indonesia Strategic Forum (ISF) dan sejumlah jalur komunikasi strategis lain yang sebelumnya sempat mendapat perhatian internasional. Pengamat hubungan internasional menilai kondisi geopolitik global saat ini memang membuat banyak negara harus menyesuaikan kembali prioritas diplomasi dan keamanan mereka.
Dalam penjelasannya, Sjafrie menyebut meningkatnya intensitas konflik antara Amerika Serikat dan Iran menyebabkan berbagai forum strategis internasional menjadi kurang aktif dibanding sebelumnya. Ia menggambarkan kondisi tersebut dengan istilah “left behind”, yang menunjukkan bahwa sejumlah agenda kerja sama kini tidak lagi menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya tensi geopolitik dunia. Pengamat politik global menjelaskan bahwa konflik di Timur Tengah sering kali memengaruhi arah kebijakan luar negeri negara-negara besar karena kawasan tersebut memiliki nilai strategis tinggi dalam sektor keamanan dan energi dunia. Ketika perhatian diplomatik dan militer tersedot ke konflik besar, banyak agenda kerja sama kawasan lain cenderung tertunda atau kehilangan momentum. Oleh sebab itu, dinamika hubungan AS-Iran kini tidak hanya berdampak regional, tetapi juga memengaruhi hubungan internasional secara lebih luas.
BoP yang disebut Sjafrie sendiri dipahami sebagai bagian dari jalur pembahasan strategis yang sebelumnya melibatkan perhatian terhadap posisi Indonesia dalam dinamika kawasan Indo-Pasifik. Pengamat geopolitik menilai Indonesia selama ini memiliki posisi penting karena dianggap sebagai negara dengan pengaruh strategis di Asia Tenggara dan jalur perdagangan internasional. Selain faktor geografis, stabilitas politik dan kekuatan ekonomi Indonesia membuat negara ini sering menjadi mitra penting dalam pembicaraan keamanan kawasan. Namun meningkatnya konflik global, terutama di Timur Tengah, disebut membuat fokus kekuatan besar dunia berubah sehingga beberapa agenda kerja sama di kawasan Asia ikut terdampak. Situasi tersebut memperlihatkan bagaimana perubahan geopolitik global dapat secara langsung memengaruhi posisi dan prioritas diplomasi suatu negara.
Di sisi lain, Indonesia disebut tetap berupaya menjaga hubungan diplomatik dan komunikasi strategis dengan berbagai negara di tengah situasi internasional yang semakin tidak stabil. Pengamat hubungan internasional menjelaskan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia selama ini cenderung mengedepankan prinsip bebas aktif dan menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai kekuatan dunia. Dalam kondisi geopolitik yang penuh ketegangan, posisi netral dan diplomasi aktif dinilai menjadi modal penting agar Indonesia tetap dapat memainkan peran strategis di tingkat regional maupun global. Selain itu, forum-forum dialog internasional seperti ISF juga dianggap tetap memiliki nilai penting untuk menjaga komunikasi antarnegara meski perhatian dunia sedang terfokus pada konflik besar tertentu.
Pernyataan Menhan mengenai kondisi “left behind” akibat konflik AS-Iran akhirnya memperlihatkan bagaimana ketegangan geopolitik global dapat memengaruhi berbagai agenda internasional, termasuk posisi Indonesia dalam forum strategis dunia. Banyak pengamat menilai situasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk terus memperkuat diplomasi dan menjaga relevansinya di tengah perubahan peta politik global. Dengan konflik internasional yang masih berlangsung dan ketidakpastian geopolitik yang tinggi, perhatian kini tertuju pada bagaimana Indonesia mempertahankan peran strategisnya dalam percaturan dunia yang semakin kompleks dan dinamis.







