Serang, 1 November 2026 – Dewa United Banten FC berhasil meraih kemenangan penting setelah menundukkan Persija Jakarta dengan skor 2-1 dalam pertandingan pekan kedelapan BRI Super League 2026-2027 yang berlangsung di Banten International Stadium, Sabtu, 31 Oktober 2026 malam. Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal dengan kedua tim memperlihatkan ambisi besar untuk mengamankan tiga poin dalam persaingan papan atas klasemen. Persija Jakarta sebenarnya sempat berada di posisi menguntungkan setelah Muhammad Rayhan Hannan mencetak gol cepat pada menit keempat. Namun, Dewa United mampu bangkit melalui gol Denilson Pereira Junior sebelum akhirnya Taisei Marukawa memastikan kemenangan tuan rumah pada menit ke-85. Kekalahan tersebut menjadi pukulan bagi Macan Kemayoran karena mereka harus mengakhiri pertandingan dengan sepuluh pemain setelah Dony Tri Pamungkas menerima kartu merah pada babak kedua. Hasil ini membuat Dewa United semakin mendekati Persija dalam persaingan memperebutkan posisi teratas klasemen sementara Super League musim 2026-2027.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Persija Jakarta langsung memperlihatkan permainan agresif dengan mencoba menekan pertahanan tuan rumah. Strategi tersebut membuahkan hasil ketika Rayhan Hannan berhasil memanfaatkan peluang di depan gawang Dewa United pada menit keempat. Gol cepat itu membuat tim asuhan Shin Tae-yong unggul 1-0 dan memiliki kesempatan mengendalikan jalannya pertandingan. Persija kemudian berusaha mempertahankan momentum melalui pergerakan Alexander Jeremejeff dan Kwon Chang-hoon yang beberapa kali menciptakan ancaman terhadap lini belakang lawan. Pada menit ke-13, Persija sempat kembali memasukkan bola ke gawang Dewa United melalui Ivan Mamut, tetapi gol tersebut tidak disahkan karena sang pemain lebih dahulu berada dalam posisi offside. Keputusan tersebut membuat keunggulan Persija tetap bertahan satu gol, sementara Dewa United mulai meningkatkan intensitas permainan untuk mencari kesempatan menyamakan kedudukan. Situasi pertandingan pun berkembang semakin terbuka karena kedua tim saling berusaha memanfaatkan ruang yang muncul di lini pertahanan lawan.
Dewa United perlahan berhasil keluar dari tekanan dan mulai membangun serangan melalui kombinasi permainan di sektor tengah serta sisi lapangan. Pergerakan Noah Sadaoui dan Rafael Struick menjadi bagian dari upaya tuan rumah untuk menciptakan peluang, meskipun pertahanan Persija masih mampu menggagalkan sejumlah serangan. Tekanan yang terus dilakukan akhirnya menghasilkan gol penyeimbang pada menit ke-42 melalui Denilson Pereira Junior. Pemain tersebut berhasil memaksimalkan umpan Edo Febriansah untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1 menjelang berakhirnya babak pertama. Gol itu memberikan dorongan penting bagi Dewa United karena mereka berhasil menghapus ketertinggalan setelah sempat kesulitan menghadapi permainan cepat Persija. Pada menit yang sama, Taisei Marukawa juga masuk menggantikan Noah Sadaoui sebagai bagian dari perubahan komposisi pemain tuan rumah. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, kedua kesebelasan belum mampu mencetak gol tambahan sehingga pertandingan memasuki waktu istirahat dengan skor sama kuat.
Memasuki babak kedua, Dewa United tampil lebih percaya diri dan meningkatkan tekanan terhadap lini pertahanan Persija Jakarta. Tim tuan rumah mencoba memanfaatkan penguasaan bola untuk menciptakan peluang melalui pergerakan pemain depan dan dukungan dari lini tengah. Pada menit ke-58, Taisei Marukawa mendapatkan kesempatan mengancam gawang Persija, tetapi upayanya belum mampu menghasilkan gol. Persija juga tetap berusaha memberikan perlawanan melalui serangan balik dan pergerakan pemain yang memiliki kemampuan menyerang dari berbagai sisi. Namun, situasi pertandingan berubah secara signifikan pada menit ke-66 ketika Dony Tri Pamungkas menerima kartu kuning kedua yang membuatnya harus meninggalkan lapangan. Kartu merah tersebut memaksa Persija melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain dalam kondisi skor masih imbang 1-1. Kehilangan satu pemain membuat tim tamu menghadapi tantangan lebih besar untuk menjaga keseimbangan antara pertahanan dan serangan, terutama ketika Dewa United semakin aktif menekan wilayah pertahanan mereka.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Dewa United dengan meningkatkan intensitas serangan dan memperbanyak pergerakan menuju kotak penalti Persija. Tim tuan rumah mencoba membuka ruang melalui pergantian pemain serta variasi serangan yang melibatkan sejumlah gelandang dan pemain sayap. Pada menit ke-79, Dewa United melakukan perubahan komposisi dengan memasukkan Alexis Messidoro, Ricky Kambuaya, dan Egy Maulana Vikri untuk menambah energi permainan. Pergantian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tekanan ketika pertandingan memasuki fase akhir yang semakin menentukan. Kesempatan yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-85 setelah sebuah situasi serangan melibatkan Ivar Jenner di sekitar area pertahanan Persija. Taisei Marukawa berhasil memanfaatkan bola di depan gawang dan menyelesaikan peluang dengan sepakan cungkil yang mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Dewa United. Gol pemain asal Jepang tersebut disambut antusias karena tercipta ketika waktu normal pertandingan hanya menyisakan beberapa menit. Persija berusaha memberikan respons setelah tertinggal, tetapi keterbatasan jumlah pemain membuat upaya mereka mengejar gol penyeimbang semakin sulit.
Secara statistik, pertandingan memperlihatkan persaingan yang cukup ketat meskipun Dewa United memiliki keunggulan dalam sejumlah aspek permainan. Berdasarkan catatan resmi pertandingan, tuan rumah menguasai bola sebesar 54 persen, sedangkan Persija mencatatkan penguasaan sebesar 46 persen. Dewa United juga melepaskan 22 percobaan tembakan sepanjang pertandingan, sementara Persija menghasilkan 14 tembakan. Meski demikian, kedua tim sama-sama mencatatkan lima tembakan tepat sasaran yang menunjukkan bahwa efektivitas penyelesaian peluang menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir. Dari sisi tendangan sudut, Persija memperoleh sepuluh kesempatan, lebih banyak dibandingkan Dewa United yang mencatatkan delapan tendangan sudut. Pertandingan juga berlangsung dengan intensitas tinggi dan menghasilkan sejumlah pelanggaran serta kartu kuning bagi kedua kesebelasan. Kartu merah Dony Tri Pamungkas menjadi salah satu momen paling menentukan karena mengubah keseimbangan permainan ketika Persija sedang berusaha mempertahankan hasil imbang. Keberhasilan Dewa United memanfaatkan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya ketajaman penyelesaian akhir dan kemampuan mempertahankan tekanan hingga menit-menit terakhir pertandingan.
Kemenangan 2-1 atas Persija Jakarta memberikan dampak besar terhadap posisi Dewa United dalam persaingan klasemen sementara BRI Super League 2026-2027. Tambahan tiga poin membuat Dewa United menempati peringkat kedua dengan koleksi 17 poin dari delapan pertandingan, hanya terpaut satu angka dari Persija yang masih memimpin klasemen dengan 18 poin. Kondisi tersebut membuat persaingan papan atas semakin menarik karena selisih yang sangat tipis memungkinkan perubahan posisi pada pertandingan berikutnya. Bagi Dewa United, keberhasilan mengalahkan pemuncak klasemen menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan diri dan mempertahankan konsistensi permainan sepanjang musim. Sementara itu, Persija perlu mengevaluasi sejumlah aspek, terutama kedisiplinan pemain dan kemampuan menjaga stabilitas pertahanan ketika menghadapi tekanan lawan. Kekalahan ini juga memperlihatkan bahwa keunggulan pada awal pertandingan belum cukup untuk menjamin kemenangan apabila tim gagal mempertahankan konsentrasi hingga peluit akhir. Kedua kesebelasan kini menghadapi tantangan untuk menjaga performa pada pertandingan selanjutnya, mengingat kompetisi masih menyisakan perjalanan panjang dan persaingan perebutan gelar diperkirakan akan berlangsung ketat. Gol penentu Taisei Marukawa pun menjadi salah satu momen penting pada pekan kedelapan karena bukan hanya memastikan kemenangan Dewa United, tetapi juga membuat persaingan menuju puncak klasemen semakin terbuka.




