Jakarta, 1 November 2026 – Tren kecantikan dan kesehatan kembali menarik perhatian publik setelah aksesori kecil bernama ear seeds ramai diperbincangkan di kalangan penggemar K-pop. Popularitasnya semakin meningkat setelah Ruka dari grup BABYMONSTER dan Lisa BLACKPINK terlihat mengenakan hiasan kecil yang menyerupai perhiasan pada bagian telinga. Berbeda dengan anting biasa, ear seeds merupakan perlengkapan yang digunakan dalam praktik aurikuloterapi, yaitu metode stimulasi titik-titik tertentu pada telinga yang berkaitan dengan pendekatan akupresur. Aksesori tersebut biasanya berbentuk biji kecil, bola logam, atau manik-manik yang ditempelkan menggunakan perekat khusus pada permukaan telinga. Selain memberikan tampilan unik, penggunaannya kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari membantu relaksasi hingga mengurangi keluhan tertentu. Meski demikian, tidak semua manfaat yang beredar di media sosial telah didukung bukti ilmiah yang kuat. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami cara kerja, potensi manfaat, serta risiko penggunaan ear seeds sebelum mengikuti tren yang semakin populer tersebut.
Ear seeds sebenarnya bukan metode baru dalam dunia pengobatan komplementer karena memiliki hubungan dengan praktik aurikuloterapi yang telah digunakan selama bertahun-tahun. Pendekatan ini berangkat dari konsep bahwa bagian telinga memiliki sejumlah titik yang dapat diberikan rangsangan untuk membantu menangani keluhan tertentu. Dalam praktiknya, ear seeds ditempelkan pada titik yang dipilih oleh praktisi, kemudian pengguna dapat memberikan tekanan ringan sesuai petunjuk. Berbeda dengan akupunktur yang menggunakan jarum untuk menstimulasi titik tertentu, ear seeds bekerja melalui tekanan pada permukaan kulit tanpa perlu melakukan penusukan. Bahan yang digunakan dapat berupa biji tanaman vaccaria, bola logam kecil, atau bahan lain yang dirancang khusus untuk penggunaan pada telinga. Metode tersebut sering dipilih karena relatif sederhana dan tidak memerlukan prosedur invasif seperti penggunaan jarum. Namun, konsep pemetaan titik telinga terhadap organ tubuh tertentu belum seluruhnya terbukti melalui penelitian medis modern, sehingga penggunaannya perlu dipahami sebagai pendekatan pelengkap dan bukan pengganti pengobatan utama.
Salah satu manfaat ear seeds yang paling sering dibicarakan adalah potensinya dalam membantu mengurangi stres dan meningkatkan rasa rileks. Beberapa penelitian berskala kecil mengenai akupresur telinga menunjukkan kemungkinan adanya penurunan tingkat kecemasan pada kelompok peserta tertentu. Rangsangan pada bagian telinga diduga dapat memengaruhi respons tubuh terhadap stres, meskipun mekanisme biologis dan besarnya manfaat masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Selain itu, kegiatan menekan titik tertentu secara perlahan dapat menjadi bagian dari rutinitas relaksasi yang membantu seseorang mengalihkan perhatian dari tekanan emosional. Namun, hasil penelitian yang tersedia belum cukup konsisten untuk memastikan bahwa ear seeds memberikan efek yang sama pada setiap pengguna. Faktor seperti kondisi psikologis, harapan terhadap terapi, serta metode penelitian juga dapat memengaruhi hasil yang dilaporkan. Karena itu, penggunaan ear seeds untuk mengatasi stres sebaiknya ditempatkan sebagai pelengkap kebiasaan sehat seperti tidur cukup, olahraga teratur, dan pengelolaan aktivitas sehari-hari. Apabila kecemasan berlangsung terus-menerus atau mengganggu kehidupan, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan tetap menjadi langkah yang lebih tepat.
Selain dikaitkan dengan relaksasi, ear seeds juga sering dipromosikan sebagai metode yang dapat membantu mengurangi nyeri pada bagian tubuh tertentu. Sejumlah kajian mengenai aurikuloterapi menemukan kemungkinan manfaat dalam mengurangi intensitas nyeri, terutama ketika digunakan sebagai pendamping penanganan medis. Keluhan yang diteliti antara lain nyeri punggung, nyeri leher, serta ketidaknyamanan setelah tindakan medis tertentu. Meski beberapa hasil menunjukkan perubahan positif, kualitas penelitian masih beragam dan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa metode tersebut efektif bagi seluruh jenis nyeri. Ear seeds juga tidak dapat mengatasi penyebab mendasar dari keluhan seperti cedera, peradangan, atau gangguan saraf yang membutuhkan pemeriksaan khusus. Pengguna yang merasakan nyeri berkepanjangan sebaiknya tidak menunda konsultasi medis hanya karena berharap memperoleh manfaat dari stimulasi telinga. Pendekatan yang lebih aman adalah menggunakan metode komplementer setelah memahami kondisi kesehatan dan memperoleh penjelasan mengenai pilihan penanganan yang sesuai. Dengan demikian, ear seeds dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan, tetapi tidak boleh diperlakukan sebagai terapi yang telah terbukti menyembuhkan berbagai penyakit.
Manfaat lain yang banyak dikaitkan dengan ear seeds adalah membantu kualitas tidur, mengurangi ketegangan, dan mendukung kenyamanan tubuh. Dalam sejumlah penelitian mengenai akupresur telinga, peserta melaporkan perubahan pada kualitas tidur atau tingkat ketidaknyamanan setelah menjalani stimulasi tertentu. Akan tetapi, hasil tersebut belum cukup kuat untuk memastikan bahwa ear seeds dapat mengatasi insomnia atau gangguan tidur yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Gangguan tidur sendiri dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk stres, konsumsi kafein, penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur, serta penyakit yang membutuhkan penanganan khusus. Selain manfaat tidur, ear seeds terkadang dipasarkan dengan klaim mampu membantu menurunkan berat badan, mengurangi nafsu makan, atau memperbaiki keseimbangan hormon. Klaim semacam itu perlu disikapi secara kritis karena bukti ilmiahnya masih terbatas dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menjanjikan hasil tertentu. Tidak ada alasan medis yang kuat untuk menganggap penggunaan ear seeds sebagai pengganti pola makan seimbang, aktivitas fisik, maupun pengobatan yang direkomendasikan dokter. Masyarakat sebaiknya menghindari produk yang menawarkan perubahan kesehatan secara cepat tanpa penjelasan mengenai bukti penelitian dan potensi risikonya.
Walaupun tidak menggunakan jarum, pemasangan ear seeds tetap memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan oleh pengguna. Perekat yang digunakan dapat menimbulkan iritasi, kemerahan, atau reaksi alergi, terutama pada individu yang memiliki kulit sensitif terhadap bahan tertentu. Tekanan yang terlalu kuat atau dilakukan terlalu sering juga berpotensi menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada bagian telinga. Kebersihan menjadi faktor penting karena pemasangan pada kulit yang kotor atau mengalami luka dapat meningkatkan kemungkinan iritasi maupun infeksi. Pengguna sebaiknya tidak menempelkan ear seeds pada area yang sedang meradang, mengalami infeksi, atau memiliki luka terbuka. Apabila muncul pembengkakan, gatal hebat, nyeri, atau perubahan warna kulit, aksesori tersebut perlu segera dilepas dan kondisi telinga diperiksa apabila keluhan tidak membaik. Risiko lain adalah terlepasnya bagian kecil ear seeds, terutama apabila digunakan oleh anak-anak, sehingga diperlukan perhatian terhadap kemungkinan tertelan atau masuk ke saluran telinga. Untuk mengurangi risiko, pemasangan sebaiknya dilakukan oleh praktisi yang memahami teknik aurikuloterapi dan menggunakan perlengkapan yang bersih serta sesuai dengan kondisi kulit.
Popularitas ear seeds yang dikaitkan dengan penampilan Ruka BABYMONSTER dan Lisa BLACKPINK memperlihatkan bagaimana tren selebritas dapat memengaruhi ketertarikan masyarakat terhadap produk kesehatan sekaligus kecantikan. Aksesori kecil tersebut memang memiliki daya tarik visual karena dapat menyerupai perhiasan telinga tanpa memerlukan tindik tambahan. Namun, pengguna perlu membedakan antara fungsi estetika dan manfaat medis yang masih membutuhkan pembuktian ilmiah lebih lanjut. Penggunaan ear seeds tidak secara otomatis memberikan efek kesehatan tertentu hanya karena ditempelkan pada titik yang disebut memiliki hubungan dengan organ tubuh. Keputusan untuk mencobanya sebaiknya didasarkan pada pemahaman mengenai cara penggunaan, kebersihan, kemungkinan reaksi kulit, dan keterbatasan manfaat yang telah diteliti. Bagi masyarakat yang memiliki penyakit tertentu atau sedang menjalani perawatan medis, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu memastikan bahwa penggunaan terapi komplementer tidak mengganggu penanganan utama. Ear seeds dapat menjadi pilihan aksesori sekaligus metode relaksasi tambahan bagi sebagian orang, tetapi tidak boleh dipandang sebagai solusi instan untuk seluruh keluhan kesehatan. Dengan memahami manfaat dan risikonya secara seimbang, masyarakat dapat mengikuti tren yang berkembang tanpa mengabaikan keselamatan serta prinsip kesehatan berbasis bukti ilmiah.




