Jakarta, 1 Mei 2026 – Aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia tengah memburu seorang guru ekstrakurikuler yang diduga terlibat dalam kasus pencabulan terhadap sejumlah siswa SMP di wilayah Indramayu. Terduga pelaku kini telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Polisi mengungkapkan bahwa saat dilakukan pengecekan, rumah terduga pelaku ditemukan dalam kondisi kosong. Hal ini memperkuat dugaan bahwa yang bersangkutan telah melarikan diri sebelum proses penangkapan dilakukan.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan korban anak di bawah umur dalam jumlah yang cukup banyak. Pihak kepolisian menyatakan akan melakukan pengejaran intensif untuk segera mengamankan pelaku.
“Kami telah menerbitkan DPO dan terus melakukan pencarian. Kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penangkapan,” ujar perwakilan kepolisian.
Selain upaya penangkapan, polisi juga fokus pada penanganan korban, termasuk memberikan pendampingan psikologis agar mereka dapat pulih dari trauma yang dialami.
Kasus ini memicu keprihatinan publik terkait keamanan lingkungan pendidikan. Banyak pihak mendorong adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap kegiatan ekstrakurikuler serta perlindungan terhadap siswa.
Pengamat pendidikan menilai bahwa kejadian ini harus menjadi evaluasi bagi semua pihak, termasuk sekolah dan orang tua, dalam memastikan keamanan anak di lingkungan pendidikan.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan pelaku untuk segera melapor. Partisipasi publik dinilai penting dalam membantu proses penegakan hukum.
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung. Aparat berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini serta memastikan pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.





