Jakarta, 8 Juni 2026 – Tim nasional Iran telah tiba di Tijuana, Meksiko, untuk melanjutkan persiapan menghadapi 2026 FIFA World Cup. Namun, kedatangan Team Melli tidak lepas dari kontroversi setelah mereka langsung melayangkan kritik kepada FIFA terkait berbagai kendala yang dialami menjelang turnamen. Iran terpaksa menjadikan Meksiko sebagai basis latihan setelah rencana awal bermarkas di Arizona, Amerika Serikat, terganggu oleh persoalan visa dan ketidakpastian logistik.
Bek senior Iran, Ehsan Hajsafi, mengungkapkan kekecewaannya karena tidak semua anggota delegasi memperoleh izin masuk ke Amerika Serikat. Menurutnya, hanya para pemain dan sebagian staf pelatih yang mendapatkan visa, sementara sejumlah pejabat federasi dan staf pendukung lainnya masih menghadapi kendala administrasi. Situasi tersebut dinilai mengganggu persiapan tim menjelang turnamen yang akan dimulai dalam hitungan hari.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) juga mengkritik FIFA terkait persoalan distribusi tiket dan proses koordinasi menjelang Piala Dunia. Federasi menyebut pencabutan alokasi tiket untuk suporter Iran sebagai tindakan yang tidak adil dan meminta FIFA menjaga prinsip netralitas dalam penyelenggaraan kompetisi. FFIRI bahkan menilai ada unsur campur tangan politik yang berdampak pada pengalaman tim dan pendukung mereka menjelang turnamen.
Akibat berbagai kendala tersebut, Iran kini bermarkas di Tijuana, kota perbatasan Meksiko yang berdekatan dengan Amerika Serikat. Dari sana, skuad asuhan Amir Ghalenoei akan melakukan perjalanan ke Los Angeles dan Seattle untuk menjalani laga fase grup melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Beberapa laporan bahkan menyebut sebagian pemain dan staf hanya memperoleh visa dengan durasi terbatas yang mengharuskan mereka keluar-masuk wilayah AS saat jadwal pertandingan berlangsung.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan di luar lapangan, Iran menegaskan tetap fokus menghadapi Piala Dunia 2026. FIFA sendiri dikabarkan telah berdialog dengan pihak federasi Iran guna memastikan partisipasi tim berjalan lancar. Namun hingga kini, polemik terkait visa, akomodasi, dan akses suporter masih menjadi salah satu isu yang paling banyak diperbincangkan menjelang dimulainya turnamen.




