Jakarta, 18 September 2026 – Tim SAR gabungan mengerahkan enam penyelam khusus untuk menelusuri bagian dalam bangkai KM Virgo Transport 8 yang berada di dasar Laut Jawa. Penyelaman difokuskan untuk mencari korban yang diduga masih terjebak di dalam kapal setelah proses pencarian sebelumnya menemukan posisi bangkai pada kedalaman sekitar 30 meter. Enam personel tersebut memiliki kemampuan penyelaman khusus untuk memasuki ruang kapal dengan kondisi akses terbatas. Operasi dilakukan dengan mempertimbangkan arus bawah laut, jarak pandang serta kestabilan struktur kapal. Keselamatan penyelam menjadi prioritas karena kondisi bangkai dapat berubah akibat tekanan dan pergerakan arus. Tim di permukaan terus memantau setiap tahapan penyelaman dan menyiapkan dukungan apabila terjadi kondisi darurat.
Pengerahan penyelam khusus dilakukan setelah tim SAR memperoleh gambaran lebih jelas mengenai posisi dan kondisi KM Virgo 8. Bangkai kapal diketahui telah bergeser dari titik perkiraan awal akibat kuatnya arus laut. Posisi terakhir ditemukan sekitar 1,6 mil laut dari lokasi yang sebelumnya diperkirakan menjadi titik tenggelamnya kapal. Pergeseran tersebut menjadi salah satu kendala karena area pencarian harus kembali disesuaikan dengan kondisi aktual di bawah permukaan. Tim juga menghadapi jarak pandang terbatas yang membuat penyelam harus bekerja secara perlahan. Pemeriksaan struktur luar dilakukan terlebih dahulu sebelum personel mencoba memasuki bagian dalam kapal.
Enam penyelam tersebut diarahkan menuju sejumlah ruang yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terjebak. Penelusuran dilakukan pada bagian kapal yang masih memungkinkan untuk dimasuki tanpa menimbulkan risiko berlebihan terhadap personel. Jalur masuk dan keluar harus dipastikan tetap aman karena penyelaman di dalam bangkai kapal memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan pencarian di perairan terbuka. Kabel, benda lepas dan bagian struktur yang rusak dapat menjadi hambatan ketika penyelam bergerak. Sedimen yang terangkat juga dapat membuat jarak pandang turun hingga sangat terbatas. Karena itu, setiap penyelam bekerja dengan prosedur keselamatan dan komunikasi yang ketat bersama tim pendukung.
Operasi bawah air turut mendapatkan dukungan dari unsur TNI Angkatan Laut dan Basarnas. KRI Canopus digunakan untuk membantu pencarian bawah laut sekaligus memberikan data mengenai kondisi di sekitar bangkai kapal. Sebelumnya, puluhan penyelam telah dilibatkan untuk memperluas pemeriksaan pada area kecelakaan. Penyelaman dilakukan secara bergantian agar kondisi fisik personel tetap terjaga mengingat kedalaman dan durasi operasi membutuhkan pengaturan yang ketat. Tim permukaan pada saat bersamaan terus menyisir perairan untuk mencari korban maupun benda yang berkaitan dengan kapal. Pola pencarian tersebut dilakukan agar operasi bawah air dan permukaan dapat berjalan secara bersamaan.
Pencarian korban KM Virgo 8 menjadi operasi besar yang melibatkan berbagai unsur setelah kapal tersebut tenggelam dengan ratusan orang berada di dalamnya. Sebagian penumpang dan awak telah berhasil dievakuasi, sementara pencarian terhadap korban lainnya terus dilakukan. Tim SAR menduga terdapat kemungkinan sejumlah korban masih berada di ruang-ruang kapal ketika KM Virgo mengalami kondisi darurat dan tenggelam. Dugaan tersebut menjadi alasan pemeriksaan bagian dalam bangkai kapal semakin diintensifkan. Setiap temuan akan dievakuasi ke lokasi yang telah disiapkan untuk menjalani proses identifikasi. Tim DVI juga tetap disiagakan untuk mencocokkan data post mortem dengan informasi ante mortem dari keluarga.
Pengerahan enam penyelam khusus diharapkan dapat mempercepat pemeriksaan ruang-ruang KM Virgo 8 yang sebelumnya belum dapat dijangkau. Namun, operasi tetap bergantung pada kondisi cuaca, arus, jarak pandang serta keamanan struktur bangkai kapal. Tim SAR tidak akan memaksakan penetrasi apabila bagian tertentu dinilai terlalu berbahaya bagi penyelam. Pemeriksaan dapat dilanjutkan menggunakan peralatan pendukung bawah air untuk memperoleh gambaran sebelum personel memasuki ruang berikutnya. Keluarga korban terus menantikan perkembangan pencarian setelah posisi kapal berhasil ditemukan. Tim gabungan memastikan operasi akan dioptimalkan dengan tetap menempatkan keselamatan personel sebagai pertimbangan utama dalam setiap penyelaman.




