Jakarta, 29 Oktober 2026 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mencatatkan pencapaian dalam penerapan tata kelola perusahaan setelah terpilih sebagai salah satu dari 50 emiten berkapitalisasi pasar terbesar atau Top 50 BigCap Public Listed Companies dalam ajang The 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026. Pengakuan tersebut diberikan oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) sebagai bagian dari penilaian terhadap praktik tata kelola perusahaan publik di Indonesia. Pengumuman berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Senin, 12 Oktober 2026. Pencapaian ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap upaya BRI dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Sebagai perusahaan perbankan yang memiliki peran besar dalam perekonomian nasional, BRI menempatkan tata kelola sebagai unsur penting dalam menjaga kepercayaan investor, nasabah, dan berbagai pemangku kepentingan. Pengakuan tersebut sekaligus memperkuat komitmen perseroan untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Ajang The 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026 mengangkat tema Strengthening Market Confidence through Governance Excellence yang menekankan pentingnya kualitas tata kelola dalam membangun kepercayaan pasar. Tema tersebut mencerminkan kebutuhan perusahaan publik untuk meningkatkan standar pengelolaan bisnis di tengah perubahan lingkungan ekonomi dan persaingan industri yang semakin kompleks. Penyelenggaraan konferensi ini menjadi ruang bagi perusahaan, regulator, dan pemangku kepentingan untuk membahas praktik tata kelola yang dapat mendukung pertumbuhan usaha jangka panjang. Selain memberikan penghargaan kepada perusahaan yang dinilai memiliki praktik tata kelola baik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperluas pemahaman mengenai pentingnya pengawasan dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Bagi perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar seperti BRI, penerapan tata kelola memiliki pengaruh terhadap persepsi investor mengenai kualitas pengelolaan perusahaan. Oleh karena itu, pencapaian dalam ajang IICD dipandang sebagai dorongan untuk mempertahankan standar pengelolaan yang konsisten dalam menghadapi tantangan industri perbankan.
Penilaian terhadap emiten dalam penyelenggaraan IICD 2026 menggunakan kerangka ASEAN Corporate Governance Scorecard atau ACGS yang menjadi salah satu acuan evaluasi tata kelola perusahaan terbuka di kawasan Asia Tenggara. Kerangka tersebut dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan perusahaan melalui penerapan prinsip transparansi, perlindungan hak pemegang saham, dan tanggung jawab terhadap pemangku kepentingan. Penggunaan standar yang dikenal di tingkat regional memungkinkan praktik tata kelola perusahaan Indonesia dievaluasi dengan pendekatan yang lebih terstruktur. Dalam proses penilaian, aspek keterbukaan informasi dan efektivitas mekanisme pengawasan menjadi bagian penting untuk memahami kualitas pengelolaan perusahaan. Pemilihan kelompok Top 50 BigCap juga mempertimbangkan kategori perusahaan berdasarkan kapitalisasi pasar sehingga penilaian dilakukan dalam kelompok emiten dengan karakteristik tertentu. Bagi BRI, penggunaan kerangka ACGS memberikan dorongan untuk terus menyelaraskan kebijakan internal dengan perkembangan standar tata kelola perusahaan publik di kawasan ASEAN.
Direktur Legal & Compliance BRI, Mahdi Yusuf, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap konsistensi perseroan dalam memperkuat penerapan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, tata kelola tidak hanya berkaitan dengan kewajiban memenuhi ketentuan regulator, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan dan menjaga keberlanjutan perusahaan. Pengakuan sebagai salah satu emiten Top 50 BigCap dalam IICD CG Award 2026 dinilai memberikan motivasi bagi BRI untuk meningkatkan kualitas pengelolaan bisnis secara menyeluruh. Mahdi menekankan pentingnya memastikan prinsip tata kelola diterapkan dalam setiap proses pengambilan keputusan, bukan hanya dalam penyusunan kebijakan perusahaan. Pendekatan tersebut diperlukan agar aktivitas operasional dapat berjalan dengan memperhatikan kepentingan pemegang saham, nasabah, karyawan, regulator, serta masyarakat. BRI juga berupaya menjadikan transparansi dan akuntabilitas sebagai bagian dari budaya kerja yang mendukung keberlangsungan kegiatan usaha dalam jangka panjang.
Dalam industri perbankan, penerapan tata kelola yang kuat memiliki peran strategis karena kegiatan usaha melibatkan pengelolaan dana masyarakat dan berbagai risiko keuangan. Bank dituntut memiliki sistem pengendalian internal yang efektif untuk memastikan proses bisnis berlangsung sesuai kebijakan dan ketentuan regulator. Pengawasan terhadap pengelolaan risiko kredit, operasional, kepatuhan, serta keamanan informasi menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga stabilitas usaha. Selain itu, keterbukaan informasi kepada investor dan masyarakat diperlukan agar perkembangan kinerja serta kebijakan perusahaan dapat dipahami secara jelas. Sebagai bank yang memiliki jaringan layanan luas, BRI menghadapi kebutuhan untuk memastikan penerapan standar tata kelola berlangsung secara konsisten di berbagai unit operasional. Penguatan mekanisme pengawasan dan evaluasi internal menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas layanan sekaligus meminimalkan potensi pelanggaran dalam aktivitas bisnis. Dengan tata kelola yang terintegrasi, perusahaan memiliki landasan yang lebih kuat untuk menghadapi perubahan kondisi ekonomi dan perkembangan kebutuhan nasabah.
Penghargaan IICD 2026 juga berkaitan dengan agenda transformasi perusahaan yang terus dijalankan BRI untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis. Transformasi tersebut membutuhkan dukungan sistem pengelolaan yang mampu menyeimbangkan inovasi, efisiensi operasional, dan pengendalian risiko. Perkembangan layanan perbankan digital, misalnya, menuntut perusahaan memperhatikan perlindungan data nasabah, keamanan transaksi, serta kepatuhan terhadap berbagai ketentuan yang mengatur sektor jasa keuangan. Pada saat yang sama, perusahaan perlu memastikan bahwa proses pengambilan keputusan tetap memperhatikan prinsip independensi dan kewajaran bagi seluruh pemangku kepentingan. IICD sebagai bagian dari Yayasan Pengembangan Tata Kelola Indonesia turut mendorong penerapan praktik pengelolaan perusahaan yang mengacu pada standar internasional melalui kegiatan penilaian dan pengembangan pemahaman tata kelola. Dalam penyelenggaraan tahun ini, rangkaian kegiatan juga mencakup pembahasan kerangka ACGS 2025 dan 2026 serta pengumuman perusahaan dalam kategori BigCap dan MidCap. Melalui forum tersebut, perusahaan publik memperoleh kesempatan untuk memahami perkembangan standar tata kelola dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi dalam memperkuat kebijakan internal.
Ke depan, BRI menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan prinsip Good Corporate Governance sebagai bagian penting dari perjalanan transformasi perusahaan. Mahdi Yusuf menyampaikan bahwa konsistensi penerapan tata kelola diharapkan mampu memperkuat fondasi pertumbuhan usaha sekaligus meningkatkan kontribusi perseroan terhadap perekonomian Indonesia. Pengakuan dalam ajang IICD CG Award 2026 menjadi salah satu indikator eksternal yang dapat digunakan perusahaan untuk mengevaluasi upaya penguatan transparansi dan akuntabilitas. Meski demikian, keberhasilan tata kelola tetap membutuhkan pembuktian melalui pelaksanaan kebijakan yang konsisten, efektivitas pengawasan, serta kemampuan perusahaan menjaga kepercayaan pemangku kepentingan. BRI juga perlu terus menyesuaikan sistem pengelolaannya dengan perkembangan regulasi, perubahan teknologi, dan dinamika industri jasa keuangan yang semakin kompetitif. Peningkatan kualitas tata kelola diharapkan dapat mendukung pengembangan layanan perbankan yang aman, bertanggung jawab, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Dengan kembali masuk dalam jajaran Top 50 Emiten BigCap IICD 2026, BRI mempertegas arah pengembangan perusahaan yang menempatkan tata kelola sebagai salah satu fondasi utama untuk menjaga kepercayaan pasar dan memperkuat keberlanjutan bisnis nasional.




