Jakarta, 7 September 2026 – Kompetisi sepak bola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge 2026-2027 resmi bergulir dengan Tangerang dan Semarang menjadi dua kota pembuka. Seri pertama di kedua wilayah berlangsung pada 1 hingga 6 September 2026 dan melibatkan lebih dari 2.100 pesepak bola putri dari tingkat Sekolah Dasar serta Madrasah Ibtidaiyah. Kompetisi tersebut kembali digelar sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan untuk memperluas kesempatan anak perempuan mengenal sepak bola sejak usia dini. Selain menghadirkan persaingan dalam Kelompok Usia (KU) 10 dan KU 12, penyelenggaraan musim ini juga memperluas jangkauan ke sejumlah wilayah baru. Harapannya, semakin banyak pemain potensial dapat ditemukan dan mendapatkan jalur pembinaan menuju level yang lebih tinggi.
Tangerang menjadi salah satu titik awal dengan jumlah peserta mencapai 1.037 atlet dari 57 SD dan MI. Persaingan berlangsung di Stadion Kera Sakti dan Stadion Mini Cisauk dengan total 24 tim mengikuti kategori KU 10 serta 73 tim bersaing di KU 12. Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme terhadap sepak bola putri usia dini terus berkembang. Para pemain tidak hanya mendapatkan kesempatan mengejar gelar juara, tetapi juga memperoleh pengalaman bertanding dalam kompetisi yang berlangsung secara terstruktur. Pengalaman tersebut dinilai penting untuk membangun kemampuan teknis sekaligus mental bertanding sejak usia muda.
Pada kategori KU 10 regional Tangerang, SDN Pinang 3 berhasil keluar sebagai juara setelah melalui rangkaian pertandingan hingga babak final. SDN Cipulir 03 harus puas menempati posisi kedua, sementara SDN Lengkong Gudang Timur dan SDN Karawaci Baru 1 mencapai semifinal. Fatimah Almeera Pahala dari SDN Karawaci Baru 1 tampil menonjol dengan mencetak 12 gol dan menyabet predikat pencetak gol terbanyak. Ifra Azzaryfa Arysla dari SDN Cipulir 03 terpilih sebagai pemain terbaik, sedangkan Shofiauliya Ferdian dari SDN Pinang 3 mendapatkan penghargaan penjaga gawang terbaik. Capaian individu tersebut menjadi gambaran munculnya sejumlah pemain potensial dari kompetisi akar rumput.
Persaingan KU 12 di Tangerang tidak kalah menarik dengan SDN Kunciran 8 keluar sebagai juara setelah mengalahkan SDN Kunciran 4 B pada pertandingan final. Revalia Safitri dari SDN Kunciran 8 terpilih sebagai pemain terbaik, sementara rekan setimnya Salsabila Nur Ardillah mendapatkan penghargaan penjaga gawang terbaik. Gelar pencetak gol terbanyak diraih Fildzah dari UPTD SDN Pondok Karya dengan torehan 31 gol sepanjang kompetisi. Jumlah gol tersebut menunjukkan produktivitas yang cukup menonjol untuk kompetisi kelompok usia. Persaingan yang ketat juga memberikan kesempatan kepada tim pelatih memantau pemain yang memiliki kemampuan teknis dan pemahaman permainan di atas rata-rata.
Semarang menjadi kota pembuka lainnya dengan jumlah peserta yang bahkan sedikit lebih besar. Sebanyak 1.091 atlet dari 63 SD dan MI ambil bagian dalam pertandingan yang digelar di Stadion Universitas Diponegoro dan Lapangan Arhanud Jatingaleh. Pada kategori KU 10 terdapat 35 tim, sementara KU 12 diikuti 67 tim. Jika digabungkan dengan Tangerang, seri pembuka musim 2026-2027 melibatkan 2.128 pesepak bola putri usia dini. Angka tersebut memperlihatkan besarnya basis pemain yang dapat dikembangkan apabila kompetisi dan pembinaan dilakukan secara konsisten.
SDN Kembangarum 2 Semarang menjadi tim terbaik kategori KU 10 setelah melewati persaingan di regional Semarang. Ayra Kirana Mahestri menjadi salah satu pemain paling menonjol dengan menghasilkan 39 gol sepanjang turnamen dan mendapatkan penghargaan pencetak gol terbanyak. Sementara Almiera Naila Fatmawati dari SD Kemala Bhayangkari 04 Akpol terpilih sebagai pemain terbaik. Pada kategori KU 12, MI Pagersari-Patean berhasil merebut gelar juara, sementara SDN Karangsono 2 Mranggen menempati posisi kedua. Ammaora Kalani Putri dari MI Pagersari-Patean mencuri perhatian dengan menghasilkan 61 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak kategori tersebut.
Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono menilai keberlanjutan kompetisi menjadi bagian penting dalam membangun fondasi sepak bola putri Indonesia. Menurutnya, semakin beragam karakter pemain yang muncul menunjukkan Indonesia memiliki pasokan talenta potensial dari level akar rumput. Kesempatan bertanding secara rutin juga membuat minat anak perempuan terhadap sepak bola semakin berkembang. Musim 2026-2027 bahkan diperluas dengan kehadiran tiga wilayah baru, yakni Jakarta Utara, Garut, dan Jayapura. Penambahan tersebut diharapkan membuat proses pencarian pemain tidak hanya berpusat di kota-kota yang sebelumnya sudah menjadi lokasi penyelenggaraan.
Head Coach Soccer Challenge Timo Scheunemann juga menekankan bahwa perkembangan seorang pemain tidak dapat dinilai hanya berdasarkan satu pertandingan. Pemain muda membutuhkan kesempatan bertanding berulang kali dengan tingkat tantangan berbeda agar perkembangan mereka dapat terlihat secara menyeluruh. Dalam proses tersebut, pelatih dapat mengamati kemampuan mengambil keputusan, membaca situasi permainan, merespons tekanan, hingga menerapkan pelajaran dari pertandingan sebelumnya. Karena itu, kesinambungan kompetisi menjadi sama pentingnya dengan latihan. Pemain yang mendapatkan jam terbang secara teratur memiliki kesempatan lebih besar membangun kematangan permainan sejak usia dini.
Program pembinaan tersebut membawa target jangka panjang yang lebih besar, yakni membantu meningkatkan kualitas sepak bola putri nasional menuju target tampil di Piala Dunia Wanita 2035. Untuk mencapai sasaran tersebut, pencarian pemain perlu dimulai jauh sebelum mereka memasuki usia senior. Kompetisi KU 10 dan KU 12 menjadi salah satu pintu awal untuk mengenali potensi sebelum pemain masuk ke tahapan pembinaan berikutnya. Peran sekolah, orang tua, pelatih, dan penyelenggara juga menjadi penting agar pemain yang menunjukkan kemampuan dapat terus berkembang. Dengan jumlah peserta yang semakin besar, persaingan untuk menemukan talenta terbaik sekaligus menjadi semakin luas.
Setelah Tangerang dan Semarang, rangkaian Soccer Challenge 2026-2027 akan bergerak ke berbagai wilayah lainnya. Musim ini direncanakan menjangkau 15 kota, termasuk wilayah baru yang memperluas cakupan pembinaan sepak bola putri. Jakarta Raya dan Yogyakarta menjadi agenda berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 15 hingga 20 September 2026. Setiap seri diharapkan kembali memunculkan pemain-pemain potensial yang dapat dipantau dan dikembangkan melalui program lanjutan. Dengan kompetisi yang berjalan secara konsisten dari satu kota ke kota lainnya, Soccer Challenge diharapkan tidak hanya menghasilkan juara, tetapi membangun fondasi pemain yang kelak dapat memperkuat masa depan sepak bola putri Indonesia.





